happy herri

Berusaha Untuk Selalu Yang Terbaik, dan Hargai Semua hidupmu. Buat hari-harimu Menjadi lebih Berarti. Jangan Pernah Ada Putus Asa Apabila Saat Kita Sedang Menghadapi Masalah.

SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR PASTA GIGI PEPSODENT

 SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR 
PASTA GIGI PEPSODENT
NAMA  : HERRI RIZKI
KELAS : 3 DB 11 
NPM     : 30107834
TUGAS : Implemntasi Sistem Informasi



BAB I
GAMBARAN KASUS

               Beberapa tahun terakhir ini perkembangan dunia bisnis sangat cepat, bahkan di luar dugaan. Hal ini membuat pihak-pihak yang terlibat di dalamnya harus bekerja keras agar keberadaannya tetap diakui oleh pelanggan mereka. Jika dahulu pelanggan membutuhkan sesuatu untuk pemutih gigi, mereka akan dapat dengan cepat mendapatkannya. Hal ini terjadi karena pasta gigi yang ada ditujukan untuk semua orang (semua segmen pasar).

               Saat ini jika kita membutuhkan pasta gigi, akan terdapat banyak pilihan yang ditawarkan antara lain Pepsodent, Close-Up, Ciptadent, dan lain-lain. Keadaan ini akan membuat kesulitan tersendiri bagi pelanggan untuk memilih. Semakin beragamnya jenis dan macam pasta gigi (dan produk lainnya) menggambarkan semakin ketatnya persaingan dalam dunia bisnis.

               Semakin bervariasinya merek dan jenis produk menunjukkan bahwa perusahaan tidak dapat hanya berdiam diri dalam melakukan bisnisnya. Perusahaan harus mulai berpikir untuk mengalahkan para pesaingnya. Hanya perusahaan yang betul-betul kuat yang akan memenangkan persaingan. Dalam usahanya menuju perusahaan yang kuat, para pengambil keputusan (Chief Executive Officers) di dalam perusahaan Unilever diwajibkan untuk merubah cara berpikir mereka. Jika dahulu mereka berpikir hanya untuk mencari keuntungan semata, saat ini mereka harus berpikir secara strategis untuk mempertahankan produknya agar tetap exist.

               Bagaimana kunci sukses pepsodent menjadi pemimpin pasar di pasta gigi bahkan menggusur merek Odol yang pertama kali masuk ke pasar dan di benak konsumen Indonesia? Sehingga, kata Odol sendiri menjadi identik dengan pasta gigi hingga sekarang.

              Di umur 60 tahun, Unilever Indonesia semakin menunjukkan keperkasaannya terutama pada produk pasta gigi. Pepsodent awal tahun 80-an hanya memiliki tema positioning pada gigi lebih putih dan sehat dengan kalimat penyempurnaan “perawatan kesehatan gigi”, maka belakangan ini Pepsodent menambah nilai menjadi “penguat gigi”, sehingga gigi tetap utuh dalam usia senja.

Kata kunci setiap produk untuk tetap bertahan tergantung seberapa inovatif sebuah produk mengikuti produk life cycle (PLC). Pepsodent juga menjalankan PLC secara konsisten.

               Mengawali siklus hidupnya, Pepsodent dikenal sebagai pasta gigi yang membuat gigi lebih putih lalu berkembang untuk menguatkan gigi. Setelah itu, kemudian dilengkapi dengan baking soda, setelah sebelumnya sukses dengan Pepsodent Zinc zitrate dan Triclosant. Beberapa tahun sebelum sukses dengan nilai tambahan tersebut, telah sukses dengan Fluoride dan Kalsium. Perkembangan terakhir ini, fluoride ditambah menjadi Fluoride bicarbonate calcium, bahkan diperluas dengan Fluoride washmouth.

               Di samping mengembangkan produk content sebagai bagian produk life cycle strategi, Pepsodent juga terus melakukan inovasi dalam kemasan, rasa, warna, bentuk, ukuran dan merancang produknya sesuai dengan segmentasi pasarnya yakni dewasa dan anak-anak.

               Kemasan Pepsodent dibuat dari plastik lentur dan tutup yang lebih adaptif setelah sebelumnya dari aluminium dan tutup lepas. Rasanya dibagi sesuai dengan cita rasa buah-buahan atau rasa mint. Selain itu warnanya disesuaikan dengan warna-warna trendi, yakni putih dan hijau baik isi maupun kemasannya. Ukurannya diatur dari kecil, sedang, hingga besar. Sehingga praktis mempengaruhi harga.

               Namun, Product Life Cycle (PLC) yang menjadi kerangka kebijaksanaan tetap sulit berhasil apabila tidak ditunjang oleh komunikasi pemasaran yang kreatif dan mengkomunikasikannya terus menerus dan konsisten melalui berbagai media. Tapi Pepsodent dapat menjalankannya dengan baik.
               
                Kesuksesan Pepsodent diikuti oleh pesaing-pesaingnya, baik pesaing lama maupun baru, seperti Grup Orang Tua hampir serupa dalam mengikuti gerak-gerik Pepsodent, terutama dengan 2 merek yang dimiliki, yakni Formula, dan sikat giginya.
              
                Pertarungan di pasar ini terus dikayuh. Pesaing Pepsodent adalah para raksasa multinational termasuk Colgate (Palmolive, Amerika), Darlie yang semula bernama Darkie (Hawley dan Hazel, Hongkong), Oral-B (Oral-B limited, Australia), dan Ciptadent (Lion corporation, Jepang). Sedangkan di pasar anak-anak menghadang sejumlah spesialist seperti Cusson kids, Zwitsal, dan Pigeon. Namun, Pepsodent mampu menghalau pesaing-pesaingnya dari berbagai serangan di setiap front. Senjata pamungkasnya adalah inovasi dan eksekusi pemasaran yang kreatif dan konsisten.

BAB II
LANDASAN TEORI

                  Dewasa ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bukan lagi menjadi hal yang baru. Persaingan di dunia bisnis kerap terjadi terutama dalam hal menggaet konsumen sebanyak – banyaknya. Dengan adanya perubahan selera konsumen, teknologi dan persaingan yang pesat, perusahaan berusaha mengembangkan secara terus–menerus produk dan layanannya. Pengembangan dan desain produk yang baik mutunya merupakan kunci kesuksesan di dunia bisnis.
                  Setiap perusahaan belajar untuk mendesain produk dan layanan yang sesuai dengan keinginan pasar dan strategi perusahaan itu sendiri. Segala sesuatu yang kurang yang berkaitan dengan strategi produk dapat menjadi masalah besar bagi perusahaan. Untuk memaksimumkan peluang sukses tersebut, perusahaan – perusahaan besar harus memfokuskan dirinya ( berspesialisasi ) hanya pada beberapa produk saja, kemudian mempertahankan tingkat mutu ( kualitas ) produk tersebut setinggi mungkin.
                  
                  Strategi produk yang efektif menghubungkan keputusan yang berkaitan dengan produknya dengan investasi, pangsa pasar, siklus hidup produk, dan dikaitkan dengan seberapa luas lini produk yang ada.
                  
                   Dalam proses pendesainan suatu produk dan layanan ada beberapa factor yang harus diperhatikan, antara lain : biaya (cost), kualitas, time to market, kepuasan pelanggan dan keuntungan kompetitif. Melalui beberapa factor tersebut perusahaan dapat mengukur seberapa besar keuntungan (benefit) yang dapat diperoleh dari suatu produk.

Alasan Pendesainan Produk
Dalam membuat desain produknya, perusahaan memiliki berbagai alasan dilihat dari beberapa bidang, antara lain :

1. Bidang Ekonomi
Di bidang ekonomi, perusahaan melihat semakin banyaknya produk baru yang bermunculan akibat terjadi krisis ekonomi (krismon), sehingga perusahaan harus terus melakukan inovasi terhadap produknya agar tidak kalah dalam persaingan.
2. Bidang sosial dan demografi
Di bidang sosial, perusahaan melakukan pendesainan produk dengan berdasarkan pada data kependudukan. Maksudnya, perusahaan membuat produk denganmemperhatikan data kependudukan yang menunjukkan jumlah penduduk yang paling dominant, misalnya wanita jumlahnya lebih banyak dar pria, maka produk akan didesain dengan lebih menfokuskan pada kebutuhan wanita.
Di bidang demografi, dilihat dari usia kependudukan, biasanya suatu perusahaan mencari penduduk dengan usia yang paling banyak memiliki kebutuhan yang berkaitan dengan produk yang dihasilkan dalam perusahaannya.
3. Di bidang politik dan hukum
Perusahaan berusaha mendesain produknya sebaik mungkin agar dapat laku di pasaran. Di bidang politik dan hukum, perusahaan cenderung lebih melihat pada konteks globalnya.
4. Kompetitif
Dahulu sebagian besar perusahaan melihat perusahaan lain sebagai pesaing dan harus disingkirkan agar tidak membahayakan keberadaan produknya di pasaran. Akan tetapi, dewasa ini perusahaan lebih cenderung untuk melakukan koopetisi (bekerja sama) dengan perusahaan lain dalam mengembangkan produknya dan saling berbagi keuntungan sehingga baik antarperusahaan tidak lagi saling menjatuhkan tapi malah saling membantu dala menjalankan usaha.
5. Teknologi
Teknologi adalah salah satu hal yang penting dalam pendesainan produk karena semakin maju teknologi yang digunakan perusahaan dalam mendesain (membuat) produknya maka akan tercipta keefisienan yang lebih baik. Teknologi akan membantu pekerjaan yang biasanya dilakukan secara manual menjadi lebih cepat.
Tujuan Pendesainan Produk
Ada beberapa hal yang menjadi tujuan dalam pendesainan produk yaitu :
a. Focus utama, yaitu untuk memenuhi apa yang menjadi kepuasan pelangga. Perusahaan berusaha untuk memenuhi sagala sesuatu yang menjadi kebutuhan dan keinginan pelanggan agar mereka tidak lari ke pesaing dan tetap menyukai produk yang dihasilkan perusahaan.
b. Focus pendukung, meliputi :
  •  Fungsi produk atau layanan ? akan berpengaruh pada feature produk.
  •  Biaya atau profit ? berusaha minimumkan biaya dan maksimalkan laba.
  •  Kualitas
  •  Tampilan produk ?dari segi warna, desain, dsb.
  •  Proses perakitan
  •  Menjaga layanan terhadap pelanggan.

Berbagai Isu Terkait dengan Pendesainan Produk atau Layanan
  1. HUKUM
  • FDA, OSHA, IRS
  • Product liability ? suatu perusahaan manufaktur mempunyai liabilitas / kewajiban untuk bertanggung jawab terhadap kerusakan – kerusakan (yang dialami konsumen) yang disebabkan oleh produk yang salah perancangannya.
  • Uniform commercial code ? bila perusahaan menghasilkan produk harus bisa digunakan / berfungsi sesuai dengan tujuan yang dikehendaki.
     2.  ETIKA
Dalam membuat produk perusahaan biasa menggunakan kode etik agar citra perusahaan dapat terjaga.
     3.  LINGKUNGAN ? EPA

Berbagai Isu Terkait dengan Pendesainan Produk / Jasa
Product Life Cycle (PLC)
Setiap produk sama halnya dengan manusia, juga memiliki suatu siklus hidup, yaitu dilahirkan, melalui beberapa tahap pendewasaan, hingga akhirnya mati ketika ada produk baru yang dapat lebih memuaskan kebutuhan konsumen. 

Siklus hidup produk tersebut memperlihatkan 2 tantangan utama, yaitu :
  1. Karena tiap produk pada akhirnya akan mengalami penurunan, maka perusahaan harus pintar mengembangkan produk baru untuk menggantikan produk lamanya agar tidak didahului pesaing dalam menguasai pasar.
  2. Perusahaan juga harus pandai mengadaptasikan strategi – strategi pengembangan produk barunya supaya dapat menghadapi perubahan selera, teknologi dan persaingan selama produk melalui tahap – tahap siklus hidup produk.
Product Life Cycle atau siklus hidup produk terdiri dari 4 tahap, yaitu :
1. Introduction
                 Tahap pertama ini dimulai saat awal kehidupan produk dan proses; mulanya inovasi dirangsang oleh kebutuhan di pasar. Inovasi proses juga dirangsang oleh kebutuhan untuk memperbesar tingkat output.
                 Tahap pertama dinamakan “maksimisasi kinerja” untuk produk dan jasa dan “tak terkoordinasi” untuk proses. Laju inovasi produk yang tinggi memperbesar kemungkinan besarnya keragaman produk. Akibatnya, proses produksi sebagian besar terdiri atas operasi manual dan tidak standar. Sistem produksi mungkin terfokus tetapi karakteristiknya tak terkoordinasi karena tata hubungan antaroperasi yang diperlukan masih belum jelas. Pada tahap ini pula produk didesain dalam jumlah yang tidak terlalu banyak (low volume).

2. Growth
                  Persaingan harga menjadi lebih ketat pada tahap pertumbuhan ini. Desain sistem produksi menekankan minimisasi biaya ketika persaingan di pasar mulai menekankan pada harga. Proses produksi menjadi lebih padat-modal dan lebih terintegrasi melalui perencanaan dan pengendalian produksi. Pendesainan produk pun mulai dikembangkan hingga dapat diterima baik oleh pasar.
                 Pada tahap ini, proses produksi seringkali bersifat tersegmentasi. Ini trjadi sebagian karena integrasi berlangsung di tingkat yang lebih luas melalui sistem pengedalian manajerial dan sebagian karena tipe sistem yang dominan adalah sistem yang terfokus pada proses. Tapi walaupun inovasi proses mendominasi tetapi baik inovasi proses maupun produk tetap dirangsang oleh teknologi.

3. Maturity
                 Ketika keseluruhan sistem mencapai tahap pendewasaan, inovasi cenderung sebagian besar dirangsang oleh biaya (cost stimulated). Persaingan harga yang lebih jauh makin menekankan perlunya strategi meminimalkan biaya, dan proses produksi menjadi lebih padat-modal lagi dan terfokus pada produk.
                 Proses produksi dalam hal ini pendesainan produk menjadi sangat terstrukstur dan terintegrasi sehingga sulit untuk membuat perubahan (few design change) karena setiap perubahan akan menimbulakan interaksi yang sangat besar dengan operasi – operasi dalam proses. Oleh karena itu, tahap pendewasaan ini sering disebut titik puncak dari daur hidup produk / layanan(jasa).

4. Decline
                 Tahap ini merupakan tahap akhir yang paling ditakuti oleh sebagian besar perusahaan karena pada tahap ini perusahaan harus membuat suatu strategi pendesainan agar produknya dapat bertahan di pasar (tidak hilang dari peredaran). Strategi ini dapat berupa pendesainan ulang produknya agar lebih menarik misalnya dengan mengganti kemasannya. Bila perusahaan tidak berhasil menemukan strategi yang jitu dapat terjadi produknya akan digantikan oleh produk pesaingnya.

Standardization
Standardisasi adalah penetapan standar / kriteria yang seragam terhadap suatu produk, jasa atau proses untuk menjaga kualitas produk. Adapula keuntungan dan kerugian yang muncul akibat adanya standardisasi yang dilakukan antara lain :
? Keuntungan :
1. Komponen produknya lebih sedikit.
2. Biaya pendesainan produk lebih murah.
3. Mengurangi biaya dan waktu training (pelatihan).
4. Aktivitas pembelian menjadi lebih rutin dan mudah untuk ditangani
5. Pemenuhan order sediaan (inventory).
6. Kesempatan untuk produksi jangka panjang dan otomatisasi.
7. Hanya membutuhkan beberapa komponen untuk penyesuaian agar dapat mendesain produk secara sempurna dan memperbaiki prosedur pengendalian kualitas.
? Kerugian
1. Menghambat desain karena terlalu barang sisa dari produk yang cacat (tidak sesuai standar).
2. Biaya perubahan desain tinggi.
3. Mengurangi variasi produk bagi pelanggan.

Reliability
Reliabilitas adalah kemampuan suatu produk atau sistem untuk melakukan fungsinya dengan baik pada kondisi – kondisi yang terjadi secara normal.

Degree of Newness dari Produk / Jasa
1. Memodifikasi produk atau layanan yang telah ada sebelumnya.
2. Perluasan dari produk atau layanan yang telah ada sebelumnya.
3. Meniru produk atau layanan dari pesaing.
4. Menciptakan produk baru.

Fase dalam Desain Manufaktur (Produk) dan Pengembangan
1. Generasi ide terdiri atas :
  • Berdasarkan rantai pasok
  • Berdasarkan pesaing
  • Berdasarkan riset
2. Studi kelayakan
3. Spesifikasi produk ? produk apa saja yang ditawarkan pada pelanggan.
4. Spesifikasi proses ? proses dimulai dari mana.
5. Pengembangan prototype ? mengembangkan contok produk (miniature).
6. Melihat ulang desain
7. Pengetesan di pasar (market test) ? bagikan sample produk.
8. Pengenalan produk ? mulai melakukan promosi produk.
9. Evaluasi lebih lanjut ? mengevaluasi produk berdasarkan market test.

BAB III
PEMBAHASAN

                 Semakin beragamnya produk yang ditawarkan di pasar menggambarkan semakin ketatnya persaingan dalam dunia bisnis.
                 
                 Bervariasinya merek dan jenis produk menunjukkan bahwa perusahaan tidak dapat hanya berdiam diri dalam melakukan bisnisnya. Perusahaan harus mulai berpikir untuk mengalahkan para pesaingnya. Hanya perusahaan yang betul-betul kuat yang akan memenangkan persaingan. Dalam usahanya menuju perusahaan yang kuat, para pengambil keputusan (Chief Executive Officers) di dalam perusahaan Unilever diwajibkan untuk merubah cara berpikir mereka. Jika dahulu mereka berpikir hanya untuk mencari keuntungan semata, saat ini mereka harus berpikir secara strategis untuk mempertahankan produknya agar tetap exist.
                 Penetapan strategi dalam perusahaan untuk mendesain produk atau layanan hendaknya mempertimbangkan faktor – faktor dari lingkungan antara lain kondisi perekonomian di suatu negara, keadaan sosial dan demografi masyarakat, situasi politik serta tidak melupakan semakin pesatnya perkembangan teknologi yang membuat semakin beragamnya selera konsumen.
Pendesainan produk yang dilakukan Unilever terhadap Pepsodent, terutama ditujukan untuk memenuhi kepuasan konsumen (customer satisfaction).
                 
                  Salah satu hal menarik yang dilakukan adalah Pepsodent membuat segmentasi pasar terbagi 2, yakni dewasa dan anak-anak. Inilah cara inovasi yang perlu dipelajari.
Semakin berkembangnya zaman mendorong Pepsodent untuk semakin meningkatkan kualitas produknya dan sedapat mungkin menekan biaya produksi. Selain itu, karena adanya berbagai permintaan konsumen, maka Pepsodent mengembangkan produknya dengan menciptakan berbagai jenis, misalnya pepsodent herbal, pepsodent triple action, pepsodent plus whitening, pepsodent complete care.
                   
                    Selain itu, sebagai produk yang sudah dikenal masyarakat pada umumnya, Pepsodent juga telah memenuhi standar kesehatan karena terdapat label halal pada kemasannya. Jadi masyarakat yakin akan produk ini tidak membahayakan kesehatan dapat digunakan oleh semua kalangan masyarakat.

Degree of Newness dari produk
                     Pada dasarnya produk pasta gigi diciptakan untuk membersihkan gigi dan merawatnya agar tetap sehat. Namun, pasta gigi yang hanya berfungsi seperti itu sudah jarang ditemukan. Mengapa??? Karena saat ini produk pasta gigi telah hadir dalam berbagai versi tidak hanya untuk membersihkan gigi tetapi bisa sekaligus membuat gigi tampak lebih putih, wangi dan berbagai keuntungan lain yang ditawarkan tiap produk.
                    Demikian halnya yang terjadi pada Pepsodent. Semula Pepsodent diciptakan hanya untuk merawat dan menguatkan gigi. Kemudian Pepsodent memberi nilai tambah pada produknya yaitu dilengkapi dengan Fluoride dan Kalsium. Setelah beberapa tahun sukses dengan terobosan barunya, Pepsodent kembali membuat inovasi yaitu yang sebelumnya Fluoride ditambah menjadi Fluoride bicarbonate calcium, bahkan diperluas dengan Fluoride washmouth. Dengan semua inovasi tersebut ternyata Pepsodent belum puas, selang beberapa tahun kemudian Pepsodent hadir dengan Pepsodent Zinc zitrate dan Triclosant, lalu disusul dengan baking soda.
                    Di samping mengembangkan produk content sebagai bagian Product Life Cycle strategi, Pepsodent juga terus melakukan inovasi dalam kemasan, rasa, warna, bentuk, ukuran dan merancang produknya sesuai dengan segmentasi pasarnya yakni dewasa dan anak-anak.
Kemasannya dibuat dari plastik lentur dan tutup yang lebih adaptif setelah sebelumnya dari aluminium dan tutup lepas. Rasanya dibagi sesuai dengan cita rasa buah-buahan atau rasa mint. Selain itu, warnanya disesuaikan dengan warna-warna trendi, yakni putih dan hijau baik isi maupun kemasannya. Ukurannya diatur dari kecil, sedang, hingga besar, sehingga lebih praktis dan cukup mempengaruhi harga.
Dari data yang disebutkan di atas Pepsodent berhasil menghasilkan atau menggerakkan 3 hal, yaitu :
  1. Line extention, yakni mengembangkan item produk dengan kategori yang sama dengan menggunakan merek yang sama seperti rasa, bentuk, warna, dan kemasan.
  2. Brand extention, yakni mengembangkan sebuah produk dengan kategori baru tetapi merek tetap sama. Hal ini dilakukan Pepsodent sewaktu meluncurkan sikat gigi, sehingga sikat giginya secara tidak langsung akan berhadapan dengan merek Jordan, Oral-B, Formula, dan sebagainya. Hal ini memungkinan suatu merek akan kehilangan positioning, sehingga ada peluang besar untuk terjadinya Brand dilution, yakni konsumen tidak lagi memiliki preferensi terhadap produk yang dimiliki semula. Ini dapat membuka kesempatan emas bagi pesaing-pesaing yang tanggap dan lebih inovatif.
  3. Multi brand, yakni merek baru diperkenalkan dengan merek yang berbeda namun masih dalam kategori yang sama. Hal ini dengan manis dilakukan oleh Pepsodent dengan meluncurkan Close-Up.

BAB IV
PENUTUP

Kesimpulan
  1. Pendesainan produk yang dilakukan Unilever trhadap Pepsodent terutama ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
  2. Pepsodent membuat segmentasi pasar terbagi dua yakni dewasa dan anak-anak.
  3. Pepsodent telah memenuhi standar kesehatan karena terdapat label halal pada kemasannya.
  4. Untuk masalah yang terkait dengan degree of newness dari pendesainan suatu produk, Pepsodent telah melakukan banyak inovasi pada produknya dengan menambahkan zat-zat tertentu ke dalam produknya, melakukan inovasi kemasan, rasa, bentuk dan ukuran.
  5. Pepsodent berhasil melakukan line extention, brand extention dan multibrand extention.

Saran
  1. Bagi Perusahaan Agar perusahaan dapat lebih mengembangkan produknya dengan melakukan banyak inovasi, selain itu peerusahaan diharapkan dapat lebih memperhatikan lingkungan dari limbah atau kemasan bekas produknya.
  2. Bagi Pemerintah Agar pemerintah dapat bertindak tegas dengan membuat peraturan bagi perusahaan dalam hal pelaksanaan produksinya maupun penjagaaan kelestarian lingkungan.

avenged sevenfold

Avenged Sevenfold - Dear God Lyrics

avenged sevenfold
Avenged Sevenfold

A Lonely Road
Crossed Another
Cold State Line
Miles away
From those I Love
Purpose hard to Find

While I Recall all the World
i Spoke to me
Can't help but wish that
i Was There
back Where I'd love to be..

oh yeah..


Dear God
The Only think I ask
of you is
to hold her when
i'm not around
When I'm Much
too Far away

We all
Need the person
who Can be
True to you
But I left her when
I found Her
And Now i wish
i'd Stayed

'Cause i'm Lonely
and i'm Tired
i'm Missing You
again Oh No..

Once Again

There's Nothing
Her For Me on
The Barren Road
There's No One
Here While The
City Sleeps
and all the shops
Are closed

Can't Help but
think of the times
i've had With You
Pictures and some
Memories will have
to help me through

Oh Yeah..

Dear God
The Only think I ask
of you is
to hold her when
i'm not around
When I'm Much
too Far away

We all
Need the person
who Can be
True to you
But I left her when
I found Her
And Now i wish
i'd Stayed

'Cause i'm Lonely
and i'm Tired
i'm Missing You
again Oh No..

Once Again

Some Search,
Never Finding away
Before Love They
Waste away
I found You
Something told Me
to stay

I gave in,
to selfish ways
and how i Miss
Some One to Hold
When hope Begins
to Fade

A Lonely Road
Crossed Another
Cold State Line
Miles away
From those I Love
Purpose hard to Find

Dear God
The Only think I ask
of you is
to hold her when
i'm not around
When I'm Much
too Far away

We all
Need the person
who Can be
True to you
But I left her when
I found Her
And Now i wish
i'd Stayed

'Cause i'm Lonely
and i'm Tired
i'm Missing You
again Oh No..

Once Again

Ohhh...

Yeah..
Yeah..

[ thanks to EdoyE_LoseR[at]Capcai.com for submit this lyric ]

powered by lirik lagu indonesia
RAjin Laa Kita Beribdah

Rajin Laa Kita Beribadah

www.info24jam.com

Lirik Lagu Indonesia Terbaru

Richard Marx - Right Here Waiting Lyrics

Oceans apart day after day and I slowly go insane
I hear your voice on the line but it doesn't stop the pain
If I see you next to never how can we say forever

* Wherever you go whatever you do
I will be right here waiting for you
Whatever it takes or how my heart breaks
I will be right here waiting for you

I took for granted, all the times that I though would last somehow
I hear the laughter, I taste the tears but I can't get near you now
Oh, can't you see it baby you've got me goin' crazy

[Repeat *]

I wonder how we can survive this romance
But in the end if I'm with you I'll take the chance
Oh, can't you see it baby you've got me goin' crazy

[Repeat *]

powered by lirik lagu indonesia

Pengikut